my thought, words and activities

Sunday, February 05, 2012
Trois Bday

Click to play this Smilebox scrapbook
Create your own scrapbook - Powered by Smilebox
This free digital scrapbook generated with Smilebox

posted by trois`ibu @ 6:41 PM  
Tuesday, January 24, 2012
Trois Khitan
25 Desember kemarin Trois dikhitan. Sebenarnya rencana khitan sudah sejak bulan Juni waktu liburan sekolah kemarin. Tapi berhubung saya pergi ke Depok tiga minggu, maka Trois tidak jadi dikhitan. Setelah tertunda selama 6 bulan, akhirnya Trois jadi dikhitan. Trois di khitan dengan metode Smart Klamp.

Kronologinya seperti ini:
Sabtu, 24  Desember 
Saya membawa Trois ke PHC untuk dikhitan. Sampai sana, dia malah lari ketakutan dan katanya tidak mau dikhitan. Terus ada Pak Satpam yang bilang ke saya kalau ada perawat yang bisa dipanggil ke rumah untuk mengkhitan, Pak Satpam itu juga memberi saya nama dan no telp perawat tersebut. Sampai rumah, saya telp perawat tersebut dan janjian dengannya untuk mengkhitan Trois Hari Minggu 25 Desember jam 15.30. Saya sekaligus bilang kalau misalnya dia datang dan Trois tidak mau disunat bagaimana? ternyata perawatnya sudah ahli mengkhitan anak-anak kecil dan dia bilang dia akan membujuk Trois.

Minggu 25 Desember
Tepat jam 15.30 Perawatnya datang, sebelumnya Trois sudah saya mandikan dan saya pakaikan baju dan sarung. Karena Trois tidak mau turun ke bawah, maka perawatnya yang naik ke atas. Sebelum mengkhitan perawatnya ngajak cerita-cerita dulu biar Trois tidak takut.

Proses khitan:
Trois disuruh tidur, tapi dia tidak mau, kata perawatnya tidak apa-apa, jadi disunat sambil duduk.Setelah itu sekeliling bagian yang akan dikhitan ditutup dengan kain. Bagian yang akan dikhitan dibersihkan terlebih dahulu dan setelah selesai dibersihkan diberi betadine. Oh ya, sebelum itu disuntik bius lokal dulu. Setelah dibersihkan kemudian dipasang alat dan dipotong kulitnya, terus alatnya ditutup. Seluruh proses kurang lebih hanya 15 menit. Trois pinter dan tidak menangis, bahkan dia melihat proses khitannya.

Perawatan sesudah khitan:
Sesudah buang air kecil alat (tabung) dibilas air dan diberi baby oil, kemudian diberi betadine. Pemakaian alat ini sampai lima hari. Setelah lima hari alat dilepas. Sebelum dilepas dianjurkan berendam dulu. Waktu itu karena kelalaian saya, sebelum dilepas alat Trois tidak berendam dulu sehingga waktu perawatnya datang alatnya dikasih betadine yang banyak baru dilepas. Waktu dilepas Trois nangis keras.

Perawatan sesudah alat dilepas:
Sesudah alat dilepas  tidak boleh terkena air selama dua hari. kalau buang air kecil dikasih tisu basah dan dilap dengan tisu kering.Luka juga harus sering sering dikompres dengan kasa yang ditetesi betadine. Waktu penyembuhan untuk luka cukup lama, karena  kulit di bagian bawah sulit kering . Untungnya ada yang memberi tahu untuk memberi perban sofra-tulle. Alhamdulillah setelah tiga minggu dari alat dibuka, luka Trois sudah kering.

Kalau menurut saya, sunat dengan smart klamp relatif singkat pengerjaannya dan minim rasa sakit. Akan tetapi perawatannya sangat ribet dan pasca penyembuhan relatif lama, kalau dibandingkan dengan keponakan saya yang khitan konvensional tidak sampai seminggu luka sudah kering. Berikut kelebihan dan kekurangan khitan dengan metode Smart Klamp (versi saya):

Kelebihan:
Waktu khitan cepat
Ttidak perlu jahitan
Tidak ada darah yang keluar, kalaupun keluar sedikit sekali karena kulit sudah dijepit dengan alat
Minim rasa sakit
Anak bisa langsung beraktifitas setelah sunat

Kekurangan:
Perawatan yang ribet, baik sebelum maupun sesudah alat dilepas
Proses penyembuhan yang lama

Berikut beberapa macam metode khitan yang saya dapat dari sini:


Pertama : METODE KLASIK & DORSUMSISI
Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril.
Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong, umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk mengurangi risiko perdarahan.
sunat klasik


Kelebihannya peralatan yang digunakan lebih murah dan sederhana, proses memakan waktu cukup singkat, sudah banyak dikenal masyarakat biaya relatif lebih murah serta bisa digunakan untuk bayi/anak dibawah 3 tahun dimana pembuluh darahnya masih kecil. Kekurangannya risiko kepala (glan) terpotong / tersayat sangat tinggi, terutama jika sayatan dibawah klem koher, mukosa kadang lebih panjang sehingga membutuhkan pemotongan ulang, bisa terjadi nekrosis jika jepitan koher terlalu lama, risiko perdarahan tinggi apabila tanpa dilakukan penjahitan. operasi.


Kedua : METODE STANDAR SIRKUMSISI KONVENSIONAL
Merupakan metode yang paling banyak digunakan hingga saat ini, cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantra (perawat). Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini. ( Baca : Cara Khitan Metode Standar).
sirkumsisi

Kelebihannya peralatannya sudah sesuai standar medis, menggunakan pembiusan local dan benang yang jadi daging, risiko infeksi kecil dan risiko perdarahan tidak ada. Metode ini cocok untuk semua kelompok umur, biayanya cukup terjangkau serta pilihan utama untuk pasien dengan kelainan fimosis. Kekurangannya membutuhkan keahlian khusus dari pengkhitan dan proses waktunya antara 15-20 menit.



Ketiga : METODE LONCENG
Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri. Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
sunat lonceng



Keempat : METODE KLAMP
Metode Klamp .,ini memilik banyak variasi alat dan nama walaupun perinsipnya sama, yakni kulup (preputium) dijepit dengan suatu alat (umumnya sekali pakai) kemudian dipotong dengan pisau bedah tanpa harus dilakukan penjahitan. Diantaranya adalah : Gomco, Ismail Clamp, Q-Tan, Sunathrone Clamp, Ali’s Clamp, Tara Clamp dan Smart Clamp. Di Indonesia sendiri yang paling banyak berkembang adalah Metode cincin (Tara Clamp) dan Smart Clamp.

Metode Cincin (Tara Clamp)
Dr. T. Gurcharan Singh adalah penemu Tara klamp pada tahun 1990 berupa alat yang  terbuat dari plastik dan untuk sekali pakai. Di Indonesia  Metode Cincin dicetuskan oleh oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001.
sunat cincin dr.sofin
sunat cincin
Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit. Kelebihan metoda ini adalah: – Mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien,perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.

Metode Smart Clamp
smart klamp
Smart klamp merupakan metode dan teknik sunatan yang diperkenalkan sejak tahun 2001 di Jerman dan penemunya adalah dr. Harrie van Baars. Alat smart klamp terdiri atas beberapa ukuran, mulai dari nomor 10, 13, 16, dan 21. Untuk bayi, alat yang dipakai nomor 10, sedangkan orang dewasa nomor 21. Alat ini terbuat dari dua jenis bahan kunci klamp, yakni nilon dan polikarbonat yang dikemas steril dan sekali pakai. Tentu saja lebih aman dan bebas dari penularan penyakit dan infeksi. Smart klamp memberikan perlindungan luka dengan sistem tertutup. Luka sayatan terkunci rapat, tidak memungkinkan masuknya kuman atau mikroorganisme pengganggu.
smart klamp
Pada metode ini pasien akan diukur glandpenis-nya, ukuran 0-meter. Setelah diberi anestesi lokal, secara hati-hati preputium dibersihkan dan dibebaskan dari perlengketan dengan gland penis. Batas kulit preputium yang akan dibuang ditandai dengan spidol. Tabung smart klamp dimasukkan ke dalam preputium hingga batas corona gland penis. Lalu, klamp pengunci dimasukkan sesuai arah tabung dan diputar 90 derajat, hingga posisi smart klamp siap terkunci.
Setelah posisi kulit yang akan dibuang dipastikan sesuai rencana, juga agar posisi saluran kencing tidak terhalang tabung. Berikutnya, adalah mengunci klamp hingga terdengar bunyi “klik”. Sisi distal preputium dibuang menggunakan pisau bisturi. Kemudian luka dibersihkan dengan obat antiinfeksi dan dibungkus kasa steril. Hingga proses itu, sunat ala smart klamp selesai.Setelah lima hari, smart klamp dilepas dokter atau perawat dengan teknik yang sangat mudah.

gomco

Gomco : Klamp ini  dibuat pertama kali pada tahun 1934 oleh Hiram S. Yellen, M.D. dan Aaron Goldstein. Alat ini terdiri dari bel logam dan plat datar dengan lubang di dalamnya untuk menempatkan keduanya dalam posisi yang sesuai. Terdapat sebuah sekrup berbentuk lingkaran yang berfungsi memberikan tekanan.
ismail clamp
Ismail Clamp : Ismail Klamp ditemukan oleh Dr Ismail Md Salleh. Alat ini sebenarnya hampir menyerupai alat klamp lainnya, hanya saja alat ini memiliki mekanisme penguncian dengan sistem sekrup, sehingga pemasangan dam pelepasan alat ini sangat mudah tanpa harus merusak alat ini. Saat ini baru tersedia 2 ukuran untuk anak-anak
Q-Tan : Alat ini menyerupai Ismail Clamp hanya saja sistem sekrupnya terkunci mati (irreversible locking system) sehingga alat ini tidak mungkin di daur ulang kembali karena pembukaan alat ini harus dengan dipotong. Alat ini belum diproduksi secara massal dan masih merupakan prototype. Saat ini masih diadakan riset yang mendalam sehingga alat ini layak untuk digunakan secara luas.

sunathrone
Sunathrone Clamp : Sunathrone adalah metode sunat dengan kaedah terkini yang ditemukan oleh Dr Mohammad Tasron Surat, dokter kelahiran Malaysia. Keistimewaan Sunathrone ini adalah kerana praktis dan proses penyembuhannya lebih cepat. Alat khitan sekali pakai ini akan tertanggal sendiri, serta tidak memerlukan perawatan khusus. Setelah khitan dapat langsung memakai celana dan beraktifitas tanpa rasa sakit.
Ali’s Clamp : Alat ini mirip dengan Smart Klamp, hanya saja tabung klem-nya didesain miring dengan pertimbangan agar mengikuti kontur glans penis


Metode Kelima : METODE “LASER” ELEKTROKAUTERY
Metode ini sedang booming dan marak di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”. Penamaan ini sesunnguhnya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser akan tetapi menggunakan “elemen” yang dipanaskan.sunat kauter Alatnya berbentuk seperti pistol dengan dua buah lempeng kawat di ujungnya yang saling berhubungan. Jika dialiri listrik, ujung logam akan panas dan memerah. Elemen yang memerah tersebut digunakan untuk memotong kulup.
elektrokauter
Khitan dengan solder panas ini kelebihannya adalah cepat, mudah menghentikan perdarahan yang ringan serta cocok untuk anak dibawah usia 3 tahun dimana pembuluh darahnya kecil. Kekurangannya adalah menimbulkan bau yang menyengat seperti “sate” serta dapat menyebabkan luka bakar, metode ini membutuhkan energi listrik (PLN) sebagai sumber daya dimana jika ada kebocoran (kerusakan) alat, dapat terjadi sengatan listrik yang berisiko bagi pasien maupun operator.
Untuk proses penyembuhan, dibandingkan dengan cara konvensional itu sifatnya relatif karena tergantung dari sterilisasi alat yang dipakai, proses pengerjaanya dan kebersihan individu yang disunat.


Keenam : METODE FLASHCUTTER
Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery. Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam. Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.
flashcutter
Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia  tahun 2006 oleh Uniceff Corporation. Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).


Ketujuh : METODE LASER CO2
Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini. Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:
sunat CO2
Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.

Apapun metode khitan yang digunakan pasti ada kelebihan dan kekurangannya. Jadi "selamat memilih".


posted by trois`ibu @ 11:19 PM  
Tuesday, January 17, 2012
Grand City Mall (Ketika Musholla tak lagi di Parkiran)
Minggu kemarin kami jalan-jalan ke Grand City Mall. Sebenarnya ini kedua kalinya kami ke mall yang terletak di pojokan jalan Gubeng ini. Sebelumnya kami kesini satu tahun yang lalu saat mall ini baru dibuka. Suasananya jelas berbeda dengan dulu waktu kami pertama kali kesini. Sekarang mall ini sudah penuh dengan berbagai macam toko. Mall ini didesain jadi satu dengan convention hall, yaitu tempat yang besar yang bisa dijadikan buat pameran, konser dll.

Waktu hari minggu itu mungkin ada acara di convention hallnya, jadi cari parkiran susah banget, akhirnya dapet di lantai paling atas, parkiran di Grand City ini mengingatkan saya pada parkiran di CITO, jadi naiknya tinggi sekali, terus jarak antar lantai dan plafon juga jauh. Keluar dari parkir dan menuju mall lantai paling atas adalah tempat berbagai macam makanan, kami mampir ke solaria dan makan disitu.

Sehabis makan kami mencoba mencari tempat untuk sholat, sekilas saya membaca di lift kalau musholla terletak di lantai dua. Sampai di lantai dua kami bertanya kepada satpam dan diberi tau kalau musholla terletak di dekat Gramedia.  Ternyata mushollanya sangat bagus. Ini adalah musholla di mall yang terbaik yang pernah saya datangi. Tempatnya bersih dan luas. Dan yang paling indah adalah mushollanya tidak terletak di parkiran.

Yang berwarna hijau itu mushollanya, meskipun pintunya kecil, tetapi ruangan didalamnya besar.










penampakan musholla dari dalam


dapat penghargaan dari ICMI

Satu lagi hal yang menarik dari Grand City ini adalah tempat sampah, mereka sudah memisahkan sampah menjadi tiga kaegori di bawah ini 
Bagimana dengan toilet???? toiletnya sangat bersih sekali, bagus dan tanpa bayar. :)

posted by trois`ibu @ 12:32 AM  
Monday, January 16, 2012
Ekowisata Mangrove
Sabtu kemarin kami mengantar Ibu dan Bapak arisan pensiun di Semanggi Residence Wonorejo. Menuju ke lokasi, di pinggir jalan banyak sekali terpampang spanduk kecil yang bertuliskan Ekowisata Mangrove Wonorojo. Karena penasaran, maka sehabis mengantarkan Bapak dan Ibu, maka kami menuju Ekowisata Mangrove yang letaknya berdekatan dengan Semanggi Residence.

Jalan ke arah Ekowisata Mangrove sudah bagus dan didukung dengan udara yang sejuk serta nyaman, namun sayang belum dipaving atau diaspal. Oh ya untuk yang hobi memancing banyak sekali tempat untuk memancing disini. Sampai di tempat disediakan musholla, toilet dan juga ada beberapa orang yang berjualan makanan dan minuman, jadi nggak usah kuatir kalau kelaparan :).

jalan dari kayu-kayu yang ditulisi oleh tangan-tangan jahil

Bagi yang ingin naik perahu dikenakan biaya Rp. 25.000 untuk dewasa dan Rp. 15.000 untuk anak-anak, sayang sekali kami kemarin tidak sempat untuk naik perahu karena harus menjemput Bapak dan Ibu dari arisan. Tapi kami sempat berjalan-jalan ke belakang musholla, yaitu jalan memanjang di atas rawa-rawa yang terbuat dari kayu, sayang sekali jalan dari kayu-kayu ini banyak yang ditulisi oleh tangan-tangan jahil.




Di sebelah kiri dan kanan jalan kayu ini banyak sekali tanaman-tanaman, dari tiap-tiap tanaman ini juga ditulisi instansi yang menanam, jadi ada STIKOM, PERSEBAYA, dll. Kita juga bisa melihat ikan yang berjalan di atas lumpur rawa-rawa, namanya ikan cempakul. Ikan Cempakul  selain bisa bertahan  lama di daratan, dia juga  dapat memanjat akar-akar pohon bakau dan  melompat jauh. Pangkal sirip dadanya berotot kuat. Sirip ini bisa  ditekuk dan berfungsi seperti lengan untuk merayap, merangkak dan melompat.  Baru kali ini saya melihat ikan cempakul, ternyata kehebatan lain dari ikan ini bisa juga digunakan sebagai obat tradisional.







Untuk kedepannya mungkin jalan ke arah Ekowisata Mangrove bisa diperbaiki dan juga ditambahkan perbaikan prasarana yang lain, sehingga akan lebih banyak orang yang mengunjungi dan mungkin bisa juga menjadi salah satu ikon wisata dari Surabaya.

posted by trois`ibu @ 11:42 PM  
Sunday, January 01, 2012
Pajak Progresif

Baru ngerti kalo ternyata pajak progresif itu ditetapkan untuk satu kartu keluarga dan bukan untuk satu nama pemilik. Jadi misalnya begini, untuk satu kartu keluarga yang tinggal di  alamat yang sama mestinya ada beberapa nama. Kalau 1 orang didalam kk tersebut punya mobil atau motor dan kemudian orang lain (dalam satu kk) punya mobil atau motor maka dia terkena pajak progresif.

Tarif pajak progresif:
Kendaraan ke 1: 1.5% dari harga kendaraan
Kendaraan ke 2 (progresif 1): 2% dari harga kendaraan
Kendaraan ke 3(progresif 2): 2.5 % dari harga kendaraan
Kendaraan ke 4 (progresif 3): 3% dari harga kendaraan
Kendaraan ke 5 (progresif 4): 4% dari harga kendaraan
Dan begitu seterusnya.
Ilustrasi
Dalam satu kk ada A, B, C, D dan E
A punya mobil seharga 100 juta dan sepeda motor seharga 10 juta
B punya mobil seharga 100 juta
C punya mobil seharga 100 juta dan sepeda motor seharga 10 juta
D punya mobil seharga 100 juta
Perhitungan Pajak Progresif Sebagai berikut:
Mobil A : 1.5 % x 100 juta = Rp.1.5 juta
Motor A: 1.5% x 10 juta    = Rp.   150 ribu
Mobil B terhitung terkena pajak progresif 1, jadi perhitungan pajaknya sebagai berikut:
Mobil B: 2 % x 100 juta = Rp.2 juta
Mobil C  terkena pajak progresif 2 , dan motornya terkena pajak progresif 1,  jadi perhitungan pajaknya sebagai berikut:
Mobil C : 2.5 % x 100 juta = Rp.2.5 juta
Motor C: 2 % x 10 juta    = Rp.   200 ribu
Mobil D terhitung terkena pajak progresif 3, jadi perhitungan pajaknya sebagai berikut:
Mobil D : 3 % x 100 juta = Rp.3 juta
Katanya sih cara mensiasati kalau tidak mau terkena pajak progresif adalah balik nama kendaraannya dengan nama orang lain yang tidak satu kartu keluarga. Akan tetapi si empunya kendaraan tetap memegang BPKB dan STNK asli, jadi tetep aman.

posted by trois`ibu @ 7:24 PM  
Wednesday, November 23, 2011
Taman Safari Indonesia II
Taman Safari Indonesia II terletak di Prigen, Pasuruan Jawa Timur. Tiket masuknya Rp, 60.000 untuk orang dewasa dan Rp. 55.000 untuk anak-anak. Tiket terusan juga ada, yang dimaksud dengan tiket terusan adalah, bisa langsung ke kolam renang. Harganya Rp. 85.000 untuk dewasa dan Rp. 80.000 untuk anak-anak, sedangkan tiket untuk mobil Rp. 10.000. Saran saya, untuk yang tidak kuat dengan dingin jangan membeli tiket terusan, karena airnya dingin sekali. Maklum Taman Safari Indonesia II ini terletak di lereng Gunung Arjuna dengan ketinggian 800 -1500 m dpl.
Masuk dari pintu depan kita akan disambut dengan gading gajah buatan. Saya pikir dari pintu depan ini langsung ke lokasi Taman Safari Indonesia II, ternyata saya salah, jarak menuju lokasi masih sekitar 5 km lagi.
Sampai di lokasi ada petugas yang melihat ke dalam mobil untuk melihat jumlah penumpang, sehingga bisa tau jumlah uang yang harus dibayar, petugas juga akan menanyai apakah mau membeli tiket terusan atau tidak.
Setelah masuk, pemandangan yang  terlihat adalah hewan-hewan yang berada di kanan kiri jalan, bahkan kadang-kadang ada juga yang mendekat ke mobil, karena yang punya mobil ngasih makan wortel, pantesan di kiri kanan jalan menuju lokasi banyak orang jualan wortel.
Sampai di tempat harimau, waktu itu kami sempat diingetin oleh petugas, karena saking asiknya foto-foto sampai lupa menutup kaca mobil.



harimau dan singa lagi bersantai 



Setelah puas melihat hewan yang berkeliaran akhirnya kita sampai di arena baby zoo. Di baby zoo in ada berbagai macam permainan untuk anak, tempat pertunjukan, musholla, dan juga tempat makan. Harga makanan paling murah  Rp. 22.000 dengan menu nasi& ayam goreng tepung atau tahu campur. 
Oh ya, yang tidak kalah asik, di baby zoo ini kita bisa berfoto dengan hewan, antara lain monyet, singa, ular serta burung. Tiket untuk foto dengan binatang adalah Rp. 10.000




Sayang sekali waktu kami kesana hujan sedang turun, jadi tidak banyak pertunjukan yang kita bisa tonton. Tapi lumayanlah, kami bisa liat pertunjukan lumba-lumba, burung, dan temple of terror.

 
pertunjukkan lumba-lumba
pertunjukan burung

pose kepala suku dan setting pertunjukkan temple of terror


Akhirnya, perjalanan kami ke taman safari kami tutup dengan melihat temple of terror yang diadaptasi dari film Indiana Jones. Bye-Bye TSI II.......

posted by trois`ibu @ 10:31 PM  
Thursday, November 10, 2011
Ali
Sebut saja namaku Ali, paling tidak begitulah emak memanggilku sehari-hari. Pekerjaanku sekarang adalah sebagai penjual pentol keliling Pekerjaan ini sudah kutekuni semenjak dua tahun yang lalu saat emak dipanggil oleh Allah. Kemana bapak?? Sampai sekarang aku tidak tau keberadaan bapakku. Ada yang bilang bapak mengais rejeki di negeri jiran dan tidak pernah kembali lagi, ada yang bilang bapakku ada di penjara, ada yang bilang bapakku sudah meninggal, entahlah aku tidak tau mana yang benar. Emak selalu menangis saat kutanya dimana bapak berada, aku tidak ingin membuat emak menangis, jadi aku tidak mau terus-terusan menanyakan dimana bapak.

Oh ya, emak meninggal karena sakit, aku juga tidak tau emak sakit apa, karena emak tidak mau bercerita tentang penyakitnya kepadaku. Emak kerja sebagai tukang cuci dan setrika keliling. Jadi kalau ada yang pingin nyucikan baju bisa panggil emakku, namun beberapa tahun terakhir pekerjaan emakku tergantikan oleh laundry-laundry kiloan yang semakin banyak menjamur di tempatku. Emak jarang dipanggil mencuci dan itu berakibat berkurangnya penghasilan emak.

“Hai Li, beli pentol ya, belum sarapan nih,”teriak Mbak Ningsih, salah satu langganan pentolku.
Sejenak aku tergagap dari lamunanku, dan dengan sigap aku membuka plastik, memasukkan pentol, tahu, gorengan dan saos sambal ke dalam plastik. Aku selalu suka melihat Mbak Ningsih di pagi hari, ketika bedak dan pemerah bibir masih merata di pipi dan bibirnya. Ketika senyumnya tersungging dan berkata ”Li, pentol ya, belum sarapan nih,” atau ketika dia mendecap-decap kepedasaan sambil memakan pentol.

”Hidup ini memang tidak adil ya Li,” kata Mbak Ningsih
”Kenapa mbak?”
”Liat orang di depan itu Li,” seraya jarinya menunjuk ke arah seseorang yang baru keluar dari sebuah mobil mewah. ”Hidupnya enak sekali, keturunan orang kaya, kalau minta apapun tinggal menjentikkan jari dan keinginannya akan terkabul, gak kayak hidupku.”
 ”Bukannya hidup ini adil mbak, makanya ada yang miskin ada yang kaya, ada anak berumur 15 tahun seperti aku yang yatim piatu dan berjualan pentol untuk hidup, sedang disana ada anak lain yang berumur 15 tahun hidup kaya raya serta disayang orang tua, dan begitu seterusnya, kalau gak ada orang miskin mana ada orang kaya mbak.”
”Kamu nggak pernah meratapi hidupmu Li.”
”Pernah mbak, awal-awal dulu waktu ditinggal sama emak, tapi sekarang sudah nggak lagi, soalnya meskipun saya meratap-ratap, emak saya juga tidak akan hidup lagi.”
”Halah Li, pinter omong kamu itu, yo wis, aku tak kerja dulu.”

Pak Awan adalah seseorang yang menolongku ketika emak meninggal, dia meminjamiku sejumlah uang dan menyuruhku berjualan. Pak Awan sangat baik kepadaku, meskipun kata orang-orang yang lain dia adalah lintah darat yang kejam. Pernah dulu Pak Awan mencoba merayu emakku dan ingin menjadikan emakku istri yang ketiga. Tentu saja emakku menolak mentah-mentah rayuan Pak Awan. Setelah mendapatkan pinjaman dari Pak Awan  dan bertanya sana-sini aku memutuskan untuk berjualan pentol.

Guram, salah seorang yang kuanggap sebagai teman tertua mengajariku cara membuat pentol. ”Ingat Li jangan lupa, setelah adonan pentol jadi kamu harus menghadap ke barat dan memutar-mutarnya selama lima kali searah jarum jam,” nasehat dari Guram itu tentu saja kuturuti sampai sekarang. Guram juga yang mengantarkanku membeli sepeda bekas dan peralatan lain untuk membuat pentol. Aku juga tinggal di rumah Guram, karena aku tidak bisa membayar kos kamar setelah ibuku meninggal, jadi Guram berbaik hati menwariku untuk tinggal di rumah kontrakannya

Guram adalah orang berpendidikan, pintar luar biasa, dulu dia kaya raya di desanya, dari keluarga kaya raya juga, keterpurukannya dimulai dari rayuan istrinya agar dia mencalonkan diri sebagai Kepala Desa. Semua uang, tanah dan rumahnya digunakan untuk menjadi modal agar dia terpilih menjadi Kepala Desa, toh nanti kalau ia terpilih semua hartanya itu pasti bisa tergantikan. Pada kenyataannya Guram tidak terpilih menjadi kepala desa. Sawah, rumah harta bendanya ludes semua, istrinya pun pergi meninggalkannya. Karena malu dengan orang tuanya dan penduduk desa, dia memilih merantau dan hidup sendiri seperti sekarang.
”Niatku salah Li, aku ingin menjadi lurah karana ingin uang dan kekuasaan, seharusnya menjadi seorang pemimpin adalah amanah bukan karena uang. Kadang aku bersuyukur kalah dari pemilihan itu, kalau tak kalah coba jadi apa aku, mungkin aku akan jadi orang yang suka korupsi, berusaha menghalalkan segala cara agar semua harta yang aku pertaruhkan akan kembali. Lagian kalau tidak begini aku juga tidak tau kalau istriku memilihku menjadi suami karena hartaku saja.”

.
Pertama kali berjualan pentol adalah saat-saat yang paling berat, karena aku belum tau dimana harus mangkal, jadi selalu berpindah-pindah dan daganganku sering tidak laku. Kalau sampai malam tidak laku, biasanya aku mampir ke salah satu panti asuhan di pertigaan Laguna dan pentolku itu kukasihkan ke ke anak-anak disana gratis. Pengasuh yang ada di panti asuhan itu juga pernah menawariku untuk tinggal disana. Tapi aku tidak mau, karena aku merasa sudah besar dan merasa sudah bisa mencari uang sendiri. Biarlah di panti asuhan itu dihuni oleh anak-anak kecil bermata polos, yang ditinggal bapak ibunya dan tentu saja mereka belum bisa menghidupi hidupnya sendiri.

Berdagang memang tidak selalu mulus, kadang habis, kadang sisa banyak, lebih susah lagi kalo hujan dan banjir, kalo sekedar hujan, masih bisa ada payung. Tapi kalo sudah banjir dan disertai angin kencang, wah bisa jadi males rasanya. Begitulah liku-liku mncari uang. Kadang-kadang aku ingat emak....kangen sekali rasanya, tapi Allah lebih mencintai emak, jadi Allah memanggilnya dulu. Meskipun keadaanku seperti ini, aku tetap bersyukur. Paling tidak aku masih bisa melihat emak, bayangkan saja anak-anak kecil di panti asuhan yang tidak pernah melihat emaknya, baru lahir sudah dibuang dan diletakkan sembarangan di pinggir jalan atau di depan pintu orang sampai ada orang yang menemukan dan berbelas kasihan kepadanya.

Sekali lagi kisah tentang Mbak Ningsih, dia merasa tidak bahagia dengan suaminya, karena suaminya adalah seorang laki-laki pengangguran, berwajah tampan, berhati jahat dan kerjanya cuma bisa minta uang. Mbak Ningsih sering mengeluh, kenapa dia menemukan jodoh yang tidak tepat.
”Li, kamu pernah bilang kalau perempuan yang baik akan mendapatkan laki-laki yang baik dan begitu juga sebaliknya. Menurutmu apakah aku perempuan baik-baik li?”
”Kalau  menurutku iya mbak.”
”Lalu kenapa aku mendapatkan seorang laki-laki yang tidak baik-baik?”
”Jangan begitu mbak, semua orang pasti bisa berubah, suatu saat nanti mungkin dia akan jadi laki-laki baik-baik.”
” Tapi kapan Li,” ujarnya dengan suara parau.
”Kenapa dulu Mbak memilih dia jadi suami kalau mbak tau dia seperti itu??” tanyaku ke Mbak Ningsih
”Entahlah Li, aku pikir karena dia datang di saat dan tempat yang tepat.”
”Maksudnya bagaimana itu mbak, aku kok jadi bingung?”
”Maksudnya kalau ingin mencari jodoh, carilah seseorang yang tepat, di saat dan di tempat yang tepat pula.”
”Tambah bingung aku mbak.”
”Nanti juga kamu tau,” ujar Mbak Ningsih sambil meringis memamerkan deretan giginya yang rapi.
”Tahukah mbak, kalau semua orang pasti punya salah, karena manusia itu tempatnya lupa dan salah, manusia yang baik adalah manusia yang mau mengakui kesalahannya, memperbaikinya dan tidak akan lagi mengulangi kesalahannya. Mbak, memaafkan orang yang salah akan memperingan beban kita sendiri, bahakan ada yang bilang kalau memaafkan orang yang salah akan mempermudah ajal kita nantinya. Suatu hari nanti saya yakin suami mbak akan berubah, banyak-banyak doa ya mbak.”
”Iya Li, terima kasih sarannya.”

Hari ini Ali sangat gembira, karena menurut perhitungannya hari ini adalah hari terakhir pembayaran utangnya ke Pak Awan, setelah itu berarti Ali sudah bebas dari hutang. Dengan tergesa-gesa dia mengenjot sepedanya ke rumah Pak Awan. Sampai rumah Pak Awan, Ali terkejut melihat Pak Awan terbaring lemas di kursi depan ditemani Bu Ana istri pertamanya.
”Pak ini cicilan hutang saya bulan ini,”ujar Ali pelan sambil mendekat ke arah Pak Awan.
”Sudah seminggu ini Pak Awan sakit Li, badannya lemas, tidak mau makan, sudah kubawa ke dokter, tetapi kata dokter Pak Awan tak sakit apa-apa,” kata Bu Ana sambil tangannya terus memijat kaki Pak Awan.
”Apa Bu Indun sudah tau kalau Pak Awan sakit?” tanya Ali kepada Bu Ana
”Justru Bu Indun yang membawa Pak Awan kesini, katanya sudah tak sanggup lagi hidup dengan Pak Awan yang sudah tua dan sakit-sakitan.”
”Pak Awan, kasihan Bu Ana, jangan sakiti dia lagi, coba kalau Pak Awan sakit seperti ini, sipa yang merawat kalau bukan Bu Ana,” bisik Ali pelan ke telinga Pak Awan.
”Bu Ana, ini cicilan saya,” Ali berdiri sambil menyerahkan sejumlah uang lecek yang sedari tadi sudah digenggamnya.
Bu Ana menerima uang dari tangan Ali sambil berkata, ”Sudah Li, kau simpan saja, ditabung ya, hutangmu sudah lunas,” kata Bu Ana sambil menyerahkannya kembali ke tangan Ali.
”Terimakasih Bu Ana,” mata Ali berkaca-kaca menerima uang dari Bu Ana.
”Semoga Pak Awan cepat sembuh.”
”Iya Li, terima kasih doanya.”

Ali segera pulang ke rumah kontrakan Guram, dia ingin berbagi cerita dengan Guram kalau utangnya ke Pak Awan sudah lunas.
”Guram hutangku sudah lunas,” teriak Ali ketika sampai di depan pintu rumah kontrakan Guram.
”Syukurlah Li, aku ikut senang,” tukas Guram dengan tersenyum
”Kenapa kamu bersedih li?”
”Aku teringat emakku Guram, aku ingin sekali bertemu emakku. Dia pasti ikut senang kalau tau hutangku di Pak Awan sudah habis. Beruntunglah kamu Guram, masih punya ibu dan bapak, tidakkah kamu ingin menemui mereka?”
”Tidak Li, aku malu, aku tidak akan pulang sebelum aku berhasil”.
”Pulanglah Guram, ibumu pasti senang melihat anaknya yang sudah lama hilang telah kembali”.
”Entahlah Li, mungkin nanti...”

.
Saat itu udara sangat panas. Daun-daun gersang berguguran ditiup angin, mestinya saat ini sudah masuk musim hujan, tetapi matahari masih bersinar dengan garang. Ali mengayuh sepedanya perlahan. Tiba tiba terdengar bunyi ledakan keras, tabung elpiji yang diletakkan Ali di belakang sepeda meledak, Ali terpental jatuh ke jalan raya, sementara dari belakang melaju truk dengan kecepatan tinggi. Truk tersebut berusaha mengerem mendadak, tubuh Ali terseret bersama truk itu.
Orang-orang ramai berteriak, Ali melihat orang-orang mengerubunginya, dari kejauhan ada emaknya tersenyum melambai. Ali menyambut lambaian emaknya, ia bangkit dan berjalan bersama emaknya. Lalu mereka berdua berjalan bersama.


MBAK NINGSIH
Sudah beberapa minggu ini suami Mbak Ningsih diterima kerja di perusahaan ekspedisi. Perangainya juga berubah180 derajat, tak pernah lagi dia marah-marah seperti dulu. Bahkan dia sering mengingatkan Mbak Ningsih agar tidak pernah meninggalkan sholat.
”Kalau dengar adzan segeralah sholat Ningsih, pekerjaan yang lain bisa menyusul. Yang penting sholat dulu, menghadapkan diri ke Allah,” begitu katanya
Mbak Ningsih sangat gembira melihat perubahan suaminya, dia yakin suaminya berubah karena doa-doa yang terus diucapkannya, seperti yang disarankan Ali dulu.
Sebenarnya Mbak Ningsih ingin bertemu Ali untuk mengucapkan terima kasih, tetapi Ali tidak pernah berjualan lagi. Sampai pada suatu hari tempat mangkal Ali ditempati oleh penjual pentol yang lain.
”Dik, kenapa Ali tidak pernah berjualan pentol lagi,” tanya Mbak Ningsih
”Ali sudah meninggal tertabrak truk Mbak,” kata anak itu
Mbak Ningsih terkejut, air mata mengalir perlahan di pipinya, dia bahkan belum sempat berterima kasih ke Ali.

GURAM
Sesudah penguburan jenazah Ali, Guram pulang ke desa dan bertemu ibu bapaknya. Tentu saja ibu dan bapaknya sangat gembira. Si anak hilang telah kembali. Bahkan ibunya meminta dengan sangat agar Guram mencalonkan kembali menjadi Kepala Desa. Dengan berbagai pertimbangan Guram menuruti permintaan ibunya dan mendaftar untuk menjadi calon Kepala Desa, tentu saja kali ini niatannya menjadi Kepala Desa adalah untuk berbakti kepada desanya tercinta. 
Hari ini tepat satu tahun sesudah kematian Ali, Guram secara resmi terpilih menjadi Kepala Desa, Guram tersenyum sambil meneteskan air matanya mengingat Ali. ”Terimakasih Ali, karena nasehatmu aku bisa menjadi seperti ini”.

PAK AWAN.
Pak Awan sudah sembuh dari sakitnya, dia kini  memutuskan untuk berhenti menjadi lintah darat dan berdagang seadanya saja di pasar dekat rumahnya. Setelah Pak Awan sembuh, Bu Indun istri keduanya ingin kembali kepadanya. Tentu saja Pak Awan tidak mau, dia memilih menghabiskan masa tuanya dengani istri pertamanya, Bu Ana.
Sore itu Pak Awan berdiri di depan pintu memandang ke luar, dia teringat saat terakhir kali ketika dia sakit dan Ali membisikkan kata-kata kalau dia tak boleh lagi menyakiti Ana, istri pertamanya. ”Aku sudah menuruti nasehatmu Ali. Ya Allah, tempatkanlah di  surgaMu,” perlahan-lahan air mata turun membahasi pipi Pak Awan.
posted by trois`ibu @ 11:58 PM  

IF YOU HAVE FURTHER QUESTIONS ABOUT THIS BLOG CONTENT -----PLEASE FEEL FREE TO CONTACT ME------- AT: ask_veni@yahoo.co.id.

TRANSFORMASI TROIS

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

Image and video hosting by TinyPic

About Blog
.....dan semua akan baik2 saja karena Allah selalu melindungi kita...

Previous Post
Archives
Title
KATA KATA BIJAK Siapapun bisa marah. Marah itu mudah.Tetapi, marah pada orang yang tepat, dengan kadar yang sesuai, pada waktu yang tepat, demi tujuan yang benar, dan dengan cara yg baik, bukanlah hal mudah."-- Aristoteles, The Nicomachean Ethics. .
Links
Templates by
Free Blogger Templates